LOGIN ADMIN DINAS / OPERATOR
FOTO KEPALA DINAS

Drs. MELFI, M.Si
NIP. 196605061986021005

Hasil PMP dan UKG Disdodialisasikan
Ditulis oleh : Super Administrator - Bidang :

21 April 2017 - 09:29:32 WIB

Bukittinggi,

Kepala Disdikbud Kota Bukittinggi Melfi Abra membuka sosialisasi dan desiminasi hasil Pemetaan Mutu Pendidikan (PMP)dan Uji Kompetensi Guru (UKG) tahun 2016 di Aula kantor tersebut Kamis, (13/04).

Dalam sambutannya mantan kepala Disbudpar Kota Bukittinggi itu mengatakan hasil PMP dan UKG sangat penting sebagai acuan dan pedoman untuk menyusun program dan kebijakan. Intinya, apapun hasil dari survei ini harus ditindaklanjuti sehingga program yang dilaksanakan berdasarkan kebutuhan.

Oleh sebab itu, Melfi minta kepada peserta sosialisasi agar mengikuti kegiatan ini dengan serius karena hasil PMP dan UKG ini merupakan bagian pengetahuan yang harus mendapat perhatian bagi insan pendidikan.

Di tempat yang sama Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sumbar yang diwakili Kepala Bidang PSMP Drs.Wisma Endrimon,M.Pd di hadapan kepala sekolah, pengurus Kelompok Kerja Guru dan pengawas SD dan SMP se Kota Bukittinggi mengatakan mulai tahun 2016 Kemendikbud melaksanakan survei pemetaan mutu pendidikan bagi satuan pendidikan di seluruh tanah air.

Pemetaan mutu sekolah ini, terang Endrimon terkait pencapaian delapan Standar Nasional Pendidikan. Hasil PMP tahun lalu itu, jelas Endrimon di Sumbar belum ada sekolah yang mencapai SNP. Di Indonnesia, katanya baru terdapat 38 sekolah yang telah mencapai SNP. Yang pasti di Sumbar belum ada sekolah yang memenuhi SNP apalagi di Kota Bukittinggi.

Jadi, katanya setiap tahun Kemendikbud akan mengeluarkan rapor/potret sekolah dan guru. Rapor sekolah dan guru itu akan disampaikan oleh pihak LPMP kepada Kadisdikbud Kabupaten/Kota. Tujuannya adalah, tambah Endrimon agar masing-masing Kabupaten/Kota dapat menindaklanjuti standar nasional yang nilainya masih rendah.

Hasil PMP dari 58 SD dan 2 SMP di Kota Bukittinggi yang masih rendah capaianya adalah masalah penilaian. Guru secara umum di Kota Wisata ini belum memahami secara komprehensif masalah penilaian. Untuk itu, harapan Endrimon dalam waktu dekat ini perlu dilaksanakan Diklat tentang masalah penilaian bagi guru baik SD maupun SMP.

Untuk kepala sekolah, yang perlu mendapat perhatian yang serius bagi Disdikbud adalah masalah supervisi pembelajaran. Disinyalir selama ini, kepala sekolah “jarang” melakukan supervisi pembelajaran terhadap guru apalagi menindaklanjuti kekurangan guru dalam mengajar.

Sedangkan pengawas sekolah, aspek yang perlu mendapat pencerahan adalah masalah supervisi manajerial kepala sekolah. Pengawas sekolah lebih fokus melaksanakan supervisi terhadap guru sehingga belum maksimal melaksanakan supervisi manajerial. Jadi, Diklat yang perlu bagi pengawas sekolah ke depannya adalah masalah supervisi manajerial. (als)


JAJAK PENDAPAT
Bagaimana pendapat anda tentang Kurikulum 2013?
Sangat Bagus
Bagus
Cukup Bagus
Buruk
Sangat Buruk

HASIL POLLING
AGENDA DINAS TERBARU
STATISTIK PENGUNJUNG
  • Browser :
  • OS : Unknown Platform
  • Dikunjungi sebanyak : 115454 kali