LOGIN ADMIN DINAS / OPERATOR
FOTO KEPALA DINAS

Drs. MELFI, M.Si
NIP. 196605061986021005

Film Surau dan SIlek Tayang Perdana
Ditulis oleh : Super Administrator - Bidang :

04 Mei 2017 - 09:56:28 WIB

Bukittinggi,

Dalam filosofi Minang Kabau tiga hal ini harus seiring dan sejalan yakni Sholat, shalawat dan Silat/silek. Tidak ada yang bisa ditnggalkan. Ketiganya saling berkaitan. Kelihaian “basilek”  lahirnya adalah mencari teman, bathinnya mencari Tuhan.

Hal itu disampaikan Sutradara muda Arif Malinmudo pada saat penayangan perdana Film Surau dan Silek di Bioskop XXI Plasa Andalas Padang Kamis, (27/04).

Arif Malinmudo yang mantan alumni MAN 1 Model Bukittinggi lebih lanjutkan menjelaskan film Surau dan Silek mencoba mengangkat budaya Minang khusus Silek memiliki filosofi yang amat dalam. Seorang pesilat sejati harusnya memiliki iman yang tangguh dan rajin beribadah kepada Sang Kahliq Pencipta alam.

Fungsi surau di Minang Kabau, kata putra Gulai Bancah Kecamatan Mandiangin Koto Selayan Kota Bukittinggi itu tidak hanya sebatas tempat mengaji/membaca al quran tetapi lebih dari itu. Surau dapat dijadikan wadah untuk mendalami adat dan budaya alama minang kabau.

Bioskop XXI Plasa Andalas Padang penuh sesak oleh ribuan penonton menyaksikan pemutaran perdana film yang dibintangi “banyak artis dari Ranah Minang tidak ketinggalan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Bupati Agam Indra Catri, Djufri mantan Wako Bukittinggi, kepala Disdikbud Kota Bukittinggi Melfi Abra, Dendi Reynand Pimpinan PT Mahakarya sekaligus produser Eksekutif dan para pemain pendukung film ini.

Dendi Reynando dalam keterangannya kepada Wartawan menjelaskan ia bersyukur dapat bertemu dengan anak muda yang kreatif Arif Malinmudo yang akan menyelesaikan thesis pascasarjananya sekaligus menawarkan agar dapat membantu memproduksi film Surau dan Silek ini.

Membaca skenario dari Film ini, pihaknya merasa tertarik untuk membuatnya dan lokasi shuting pada berbagai tempat di Bukittinggi, Agam dan Lima Puluh Kota. Film yang berdurasi 120 menit itu, sebut alumni SMAN 1 Bukittinggi itu telah tayang secara serentak di seluruh tanah air Kamis, (27/04).

“Alhamdulilah film mendapatkan sambutan yang positif terutama warga Minang di perantauan. Film ini sarat dengan pesan dan nilai budaya yang harus diteladani oleh orang Minang. Pesan penting dalam Film ini adalah silek bukan untuk gagahan. Seseorang yang mencintai seni bela diri silek juga harus seorang taat beribadah seperti ditunjuk oleh pemain dalam film. Rasa kebersamaan dan solideritas juga diingatkan oleh ketiga tokoh cilik itu ketika salah seorang temannya tidak ikut darmawisata. “Orang Minang sebaiknya menonton Film ini karena banyak pesan budaya dan agama di dalamnya. Dipastikan tidak bosan menonton karena juga dibumbui dengan adegan yang lucu-lucu. Pokoknya menariklah”, ujar Linda Zubir salah seorang pemeran Amak dari Rustam (Gilang Dirga). (als)

JAJAK PENDAPAT
Bagaimana pendapat anda tentang Kurikulum 2013?
Sangat Bagus
Bagus
Cukup Bagus
Buruk
Sangat Buruk

HASIL POLLING
AGENDA DINAS TERBARU
STATISTIK PENGUNJUNG
  • Browser :
  • OS : Unknown Platform
  • Dikunjungi sebanyak : 131898 kali